Radio Maria Indonesia

  • Untuk mengerti keberadaan Radio Maria Indonesia di Medan, mari kita kita melihat sejenak tentang sejarah terbentuknya Radio Maria yang pertama di dunia, World Family of Radio Maria.Siaran awal Radio Maria dimulai di sebuah paroki, dan kemudian berkembang menjadi sebuah badan hukum terpisah dari paroki, yakni PERKUMPULAN (asosiasi) awam dan imam pada tahun 1987 yang mengelola sebuah jaringan Radio Maria di Italia. Hanya dalam kurun waktu 5 tahun, Radio Maria (lokal) ini berkembang menjadi sebuah jaringan radio katolik nasional di seluruh Italia. Kendati TIDAK terkait langsung dengan Gereja Katolik, Radio Maria didirikan dan dimaksudkan sebagai saran Gereja dan sebagai alat evangelisasi, untuk menyebarkan serta menanamkan ajaran-ajaran dan tradisi Gereja KAtolik. Radio Maria terinspirasi dari pesan-pesan dalam penampakan Bunda Maria di Fatima, Portugal, yakni mengajak pertobatan di seluruh dunia. Memang Radio Maria tidak dibiayia oleh hirarki Gereja Katolik, tetapi oleh pendengarnya. Sejak tahun 1990 Keluarga Besar Radio Maria Dunia (World Family of Radio Maria, WFRM) dibentuk sebgai buah perkembangan Radio MAria Italia, dan mengikuti seruan Paus Paulus II 1987 di lapangan St. Petrus, yang menyerukan kebutuhan evangelisasi baru. Terinspirasi dari ajakan Puas itu, Emmanuele Ferrario, sebagai pendiri meneruskan ajakan dengan membentuk sebuah perkumpulan Radio Maria Dunia yang berada di 58 negara, di benua Afrika, Asia, Eropa dan Timur Tengah, dan Amerika. Radio Maria dewasa ini mengoperasikan hampir 1800 transmitter di seluruh dunia dengan pelbagai bahasa.
  • Pada satu waktu, Pastor Benyamin Purba OFMCap mengirimkan sebuah proposal guna pendirian sebuah stasiun radio kepada pelbagai calon sponsor atas nama Ordo Kapusin Provinsi Medan. Dari sekian banyak, hanya Radio Maria dari Italia-lah yang memberi reaksi. Proyek itu dimulai ketika Pastor Benyamin Purba OFMCap pada tahun 2006 dalam perjalanan pulang dari Roma menuju Medan bertemu dengan Bapak Vittorio Vicardi di pelataran stasiun kereta api di Roma. Bapak Vittorio Vicardi menyerahkan kepada Pastor Benyamin Purba OFMCap sebuah buku pedoman proyek Radio Maria untuk dipelajari.
  • Pada Januari 2007 Vittorio Vicardi mengunjungi Medan dan Pastor Benyamin Purba OFMCap, mengundang beberapa awam untuk mendengarkan penjelasan langsung tentang Radio Maria.Pada waktu itu Bapak Dr. M. Turnip setuju menjadi president Radi Maria Indonesia. Disebut Radio Maria Indonesia karena hanya satu perkumpulan Radio Maria di setiap negara. Beberapa waktu kemudian Dr. M. Turnip mengajak beberapa orang lainnya untuk berpartisipasi dlaam pembentukan sebuah perkumpulan, yaitu Perkumpulan Radio Maria. Badan hukum Radio Maria ini tidak menjadi milik hirarki, juga tidak menjadi milik awan, tetapi adalah badan hukum awam dan imam. Sejak saat itu, Pastor Benyamin Purba OFMCap memperoleh kehormatan sebagai anggota khusus dalam tubuh Perkumpulan Radio Maria Indonesia.
  • Setelah mengerti visi, misi dan petunjuk pelaksanaannya, perkumpulan didaftarkan kepada pemerintah Indonesia dan mencari sebuah frekwensi yang cocok. Akhirnya Perkumpulan Radio Maria Indonesia membeli sebuah frekwensi dari sebuah perusahaan pribadi, menyewa sebuah rumah, dan mulai menyiar untuk pertama kalinya pada tanggal 8 DESEMBER 2008. Siaran perdananya adalah musik gerejani dan renungan sabda Allah yang diorganisir oleh Pastor Leo Sipahutar OFMCap yang ketika itu menjabat sebagai Direktur Program Radio Maria Indonesia.

 

RMI Streaming

      

Support us

Radio Maria Indonesia sangat mengharapkan kemurahan hati Anda untuk membantu kelangsungan aktifitasnya. Setiap bantuan, BERAPAPUN JUMLAHNYA akan sangat berharga bagi Radio Maria Indonesia. Silakan mengunjungi link ini untuk informasi selengkapnya.